Policy Based Route menggunakan Route Rules |Mikrotik Tutorial
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Teknologi,
Wah udah lama nih bre ga post, dikarenakan baru aja selesai UKOM (uji kompetensi) jadi beberapa postingan tertunda deh. Yowes lanjut aja, kali ini gua bakal bahas tentang Mikrotik lagi nih, masih materi yang sama dengan sebelumnya, yaitu mengenai Policy Based Route. Kalo waktu itu pakenya 'Mangle' kali ini kita bakalan coba menggunakan 'Route Rules'. Dalam konfigurasi tentunya berbeda, tapi pada intinya sama kok, yaitu untuk Memetakan Jalur Internet untuk Client. Kuy lah langsung sahaja,
Salam Teknologi,
Wah udah lama nih bre ga post, dikarenakan baru aja selesai UKOM (uji kompetensi) jadi beberapa postingan tertunda deh. Yowes lanjut aja, kali ini gua bakal bahas tentang Mikrotik lagi nih, masih materi yang sama dengan sebelumnya, yaitu mengenai Policy Based Route. Kalo waktu itu pakenya 'Mangle' kali ini kita bakalan coba menggunakan 'Route Rules'. Dalam konfigurasi tentunya berbeda, tapi pada intinya sama kok, yaitu untuk Memetakan Jalur Internet untuk Client. Kuy lah langsung sahaja,
Siapkan alat alatnya
: - 1 buah Router Mikrotik (kali ini saya pakai seri RB-941-2nd hAP lite)
- 2 buah Sumber Internet dengan Network berbeda
- 2 buah kabel straight (RJ-45)
- dan Tentunya POSISI DUDUK YANG MANTAP
Kalo udeh, siapin Topologi seperti dibawah ini,

Kalo udah, gas aja langsung ke Konfigurasinya,
|+| Pertama kita minta IP dulu dari Ether1 dengan cara
" Ip dhcp-client add interfaces=ether1 disabled=no"
Kalo udh coba cek dengan cara ketik "Ip address pr" kalau sudah masuk kita lanjut
|+| Lalu kita beri IP Address untuk Client ethernet kita yaitu untuk Ether2 dengan cara
" ip address add address=(sesuka hati) interfaces=ether2" lalu ketik "ip address pr" untuk mengecek Ip-nya
|+| Jika sudah langsung saja buat DHCP-Server untuk ether2, agar IP Address dapat dibagikan secara dynamic, "ip dhcp-server setup" lalu arahkan untuk ether2
Hidupkan interfaces Wlan1
|+| Jika sudah, maka kita akan meminta IP address untuk sumber ISP kita yg kedua,
" ip dhcp-client add interfaces=wlan1 disabled=no"
|+| Lalu selanjutnya kita akan menutup jalur Route bawaan ISP, karena kita akan membuatnya sendiri. Untuk menutup jalur ISP, bisa ikuti cara dibawah ini, lakukan hal yang sama pada kedua jalur ISP kita,
|+| Lalu kita akan membuat rule NAT Masquerade untuk masing masing client kita nantinya dengan cara, ikuti seperti dibawah ini. Buat untuk Client1 & Client2
|+| Setelah itu kita akan membuat Virtual Interfaces pada Wlan1 untuk kita jadikan sebagai Client2 kita, bisa ikuti cara dibawah ini ya guys,
Pastikan Mode ap bridge dan Master Interfaces-nya dari Wlan1
|+| Lalu kita beri IP address untuk interfaces baru kita lalu beri DHCP-Server agar client2 kita mendapatkan IP secara dynamic,
|+| Lalu kita akan menambahkan "Route Rules" pada masing masing sumber ISP,
masuk ke Menu IP>Route>pilih Tab Rules
Lalu bikin rules seperti dibawah ini, lakukann kepada sumber ISP kita ya,
Pastikan pemetaannya benar ya, maksudnya, masing masing ISP yang kita punya akan kita arahkan kemana dan untuk client yang mana.
|+| Next, lalu kita akan membuat jalur agar rules yang kita buat berjalan dengan baik, Pastikan semua jalur bawaan ISP sudah dihapus ya, jadi hanya menyisakan jalur-jalur seperti dibawah ini,
Lalu kita buat untuk Client2-nya
|+| Pada tahap ini konfigurasi telah selesai, maka lansgsung saja kita test pada Client1 kita melalui CMD, ketikan " tracert -d mikrotik.co.id" lalu kita akan bisa lihat penjaluran internetnya. Lihat 2 Bar pertama ya, apakah sudah sesuai seperti konfigurasi kita atau belum,
ket: 192.168.1.1 merupakan IP Gateway untuk Client1 kita
192.168.100.1 merupakan gateway ISP ke-1 kita
|+| Lalu selanjutnya kita cek pada Client2, disini saya menggunakan Smartphone yang sudah terinstall IP tools untuk mengecek penjalurannya,


ket : 192.168.2.1 merupakan IP gateway untuk client2 kita
192.168.43.192 merupakan gateway ISP ke-2 kita
|+| Maka selesai sudah tahap pengujiannya, eitss coba cek router kita. Apakah terhubung ke internet atau tidak, jika hasilnya seperti dibawah ini,
" no route to host", ini disebabkan kita menutup/menghapus jalur default/bawaan si ISP untuk router kita. Maka langkah yang kita ambil agar router dapat terhubung ke internet kembali adalah membuat jalur default-nya/bawaanya. cukup gunakan 1 jalur saja ya gengs,
Disini saya pake jalur ISP 1 saja, kalo udh cek lagi deh routernya sudah terhubung ke internet atau belum.
Jika sudah maka jalurnya sudah aktif dan berjalan.
Maka berkakhirlah pertemuan kita pada artikel ini,
jadi fungsinya memanglah sama, yaitu untuk PEMETAAN JALUR INTERNET. Jadi dengan begini, jika Client terkoneksi di ether2 maka jalur internetnya akan melalui ISP-1, dan jika client terkoneksi menggunakan wlan2, maka jalur internetnya akan melalui ISP-2. Sebenernya masih banyak lagi cara untuk pemetaan jalur internet, ini hanya Basic-nya saja, soalnya saya masih tahap belajar juga :v
Oke mungkin sekian yang bisa saya share pada kesempatan kali ini,
jikalau ada request mengenai materi yang akan dibahas langsung aja comment ya guys jangan sungkan, semoga bisa kita bantu. Mohon maaf apabila dalam penulisan artikel ini masih banyak kekurangannya, saran dan kritik sangat terbuka untuk para temen temen semua.
Terimakasih banyak,
Salam Teknologi,
baca juga guys :
https://adharii.blogspot.com/2020/01/policy-based-route-memetakan-jalur.html
https://adharii.blogspot.com/2020/01/redistributed-routing-ospfrip-tutorial.html
https://adharii.blogspot.com/2020/01/cara-install-debian-8-lengkap-settingan.html
Kalo udeh, siapin Topologi seperti dibawah ini,

Kalo udah, gas aja langsung ke Konfigurasinya,
|+| Pertama kita minta IP dulu dari Ether1 dengan cara
" Ip dhcp-client add interfaces=ether1 disabled=no"
Kalo udh coba cek dengan cara ketik "Ip address pr" kalau sudah masuk kita lanjut
|+| Lalu kita beri IP Address untuk Client ethernet kita yaitu untuk Ether2 dengan cara
" ip address add address=(sesuka hati) interfaces=ether2" lalu ketik "ip address pr" untuk mengecek Ip-nya
|+| Jika sudah langsung saja buat DHCP-Server untuk ether2, agar IP Address dapat dibagikan secara dynamic, "ip dhcp-server setup" lalu arahkan untuk ether2
Lalu masuk ke CMD lalu ketik " ipconfig /renew"
|+| Kalau sudah, kita akan meminta sumber internet ke-2 melalui Wireless Station di Mikrotik,
ikuti langkah seperti dibawah ini,Hidupkan interfaces Wlan1
Masukan password wifi yang akan kita sambungkan ke mikrotik di Tab Security Profiles
![]() |
| Lalu Scan AP yang tersedia untuk kita Connect-an ke Mikrotik |
|+| Jika sudah, maka kita akan meminta IP address untuk sumber ISP kita yg kedua,
" ip dhcp-client add interfaces=wlan1 disabled=no"
|+| Lalu selanjutnya kita akan menutup jalur Route bawaan ISP, karena kita akan membuatnya sendiri. Untuk menutup jalur ISP, bisa ikuti cara dibawah ini, lakukan hal yang sama pada kedua jalur ISP kita,
|+| Lalu kita akan membuat rule NAT Masquerade untuk masing masing client kita nantinya dengan cara, ikuti seperti dibawah ini. Buat untuk Client1 & Client2
|+| Setelah itu kita akan membuat Virtual Interfaces pada Wlan1 untuk kita jadikan sebagai Client2 kita, bisa ikuti cara dibawah ini ya guys,
Pastikan Mode ap bridge dan Master Interfaces-nya dari Wlan1
|+| Lalu kita beri IP address untuk interfaces baru kita lalu beri DHCP-Server agar client2 kita mendapatkan IP secara dynamic,
|+| Lalu kita akan menambahkan "Route Rules" pada masing masing sumber ISP,
masuk ke Menu IP>Route>pilih Tab Rules
Lalu bikin rules seperti dibawah ini, lakukann kepada sumber ISP kita ya,
Pastikan pemetaannya benar ya, maksudnya, masing masing ISP yang kita punya akan kita arahkan kemana dan untuk client yang mana.
|+| Next, lalu kita akan membuat jalur agar rules yang kita buat berjalan dengan baik, Pastikan semua jalur bawaan ISP sudah dihapus ya, jadi hanya menyisakan jalur-jalur seperti dibawah ini,
Lalu kita buat untuk Client2-nya
|+| Pada tahap ini konfigurasi telah selesai, maka lansgsung saja kita test pada Client1 kita melalui CMD, ketikan " tracert -d mikrotik.co.id" lalu kita akan bisa lihat penjaluran internetnya. Lihat 2 Bar pertama ya, apakah sudah sesuai seperti konfigurasi kita atau belum,
ket: 192.168.1.1 merupakan IP Gateway untuk Client1 kita
192.168.100.1 merupakan gateway ISP ke-1 kita
|+| Lalu selanjutnya kita cek pada Client2, disini saya menggunakan Smartphone yang sudah terinstall IP tools untuk mengecek penjalurannya,


ket : 192.168.2.1 merupakan IP gateway untuk client2 kita
192.168.43.192 merupakan gateway ISP ke-2 kita
|+| Maka selesai sudah tahap pengujiannya, eitss coba cek router kita. Apakah terhubung ke internet atau tidak, jika hasilnya seperti dibawah ini,
" no route to host", ini disebabkan kita menutup/menghapus jalur default/bawaan si ISP untuk router kita. Maka langkah yang kita ambil agar router dapat terhubung ke internet kembali adalah membuat jalur default-nya/bawaanya. cukup gunakan 1 jalur saja ya gengs,
Disini saya pake jalur ISP 1 saja, kalo udh cek lagi deh routernya sudah terhubung ke internet atau belum.
Jika sudah maka jalurnya sudah aktif dan berjalan.
Maka berkakhirlah pertemuan kita pada artikel ini,
jadi fungsinya memanglah sama, yaitu untuk PEMETAAN JALUR INTERNET. Jadi dengan begini, jika Client terkoneksi di ether2 maka jalur internetnya akan melalui ISP-1, dan jika client terkoneksi menggunakan wlan2, maka jalur internetnya akan melalui ISP-2. Sebenernya masih banyak lagi cara untuk pemetaan jalur internet, ini hanya Basic-nya saja, soalnya saya masih tahap belajar juga :v
Oke mungkin sekian yang bisa saya share pada kesempatan kali ini,
jikalau ada request mengenai materi yang akan dibahas langsung aja comment ya guys jangan sungkan, semoga bisa kita bantu. Mohon maaf apabila dalam penulisan artikel ini masih banyak kekurangannya, saran dan kritik sangat terbuka untuk para temen temen semua.
Terimakasih banyak,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Teknologi,
Adhari
baca juga guys :
https://adharii.blogspot.com/2020/01/policy-based-route-memetakan-jalur.html
https://adharii.blogspot.com/2020/01/redistributed-routing-ospfrip-tutorial.html
https://adharii.blogspot.com/2020/01/cara-install-debian-8-lengkap-settingan.html



















Komentar
Posting Komentar